NEWS
  News  EventArchive CSR

 

 

Success is dependent on
effort

Laba Bersih Astra Kuartal Pertama 2012
Naik 8% menjadi Rp 4,6 Triliun


JAKARTA : PT Astra International Tbk (Perseroan) pada hari ini Rabu 25 April 2012 mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan (Astra) kuartal pertama tahun 2012 menunjukkan hasil yang baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.


Pendapatan bersih Astra kuartal pertama tahun 2012 mencapai Rp 46,4 triliun, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 38,7 triliun. Hal ini mendorong kenaikan laba bersih Astra sebesar Rp 0,3 triliun atau 8% dari Rp 4,3 triliun menjadi Rp 4,6 triliun pada kuartal pertama tahun 2012. Laba bersih per saham juga naik 8% menjadi Rp 1.148 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.063 per saham.

“Grup Astra menunjukkan kinerja yang baik sepanjang kuartal pertama tahun 2012, dimana hampir semua segmen bisnis utama mengalami pertumbuhan. Sementara itu, untuk jangka panjang kami cukup optimis, walaupun dalam jangka pendek Divisi Otomotif dan Divisi Jasa Keuangan akan dipengaruhi oleh keluarnya peraturan baru di bulan Juni 2012 yang mengatur persyaratan minimum uang muka pinjaman untuk pembiayaan kendaraan,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat dan Pertambangan; Agribisnis; Infrastruktur dan Logistik; serta Teknologi Informasi dengan rincian sebagai berikut :


Divisi Otomotif
Kontribusi laba bersih Divisi Otomotif kuartal pertama tahun 2012 meningkat 22% menjadi Rp 2,4 triliun, termasuk Rp 1,1 triliun dari Perseroan dan anak perusahaan serta Rp 1,3 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif.

Total penjualan mobil nasional meningkat 11% menjadi 251.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 16% menjadi 146.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 58% dibandingkan 56% pada periode yang sama tahun lalu. Sepanjang kuartal pertama tahun 2012, Astra meluncurkan 3 model baru Isuzu dan 10 model facelift untuk Toyota, Lexus dan Isuzu.

Sementara itu penjualan sepeda motor nasional menurun 3% menjadi 1,9 juta unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2011. Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 7% menjadi 1,1 juta unit dan berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 50% menjadi 55%. Sepanjang kuartal pertama tahun 2012 AHM meluncurkan 1 model baru dan 5 model facelift.

PT Astra Otoparts Tbk (“AOP”), perusahaan di bidang manufaktur komponen yang 95,7% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat laba bersih sebesar Rp 263 miliar, naik 2% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Penjualan meningkat sebesar 17%, terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku cadang pengganti, namun terkoreksi oleh tingginya biaya bahan baku dan tenaga kerja.


Divisi Jasa Keuangan
Kontribusi laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 6% menjadi Rp 847 miliar.

Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 6% menjadi Rp 12,5 triliun, termasuk melalui joint bank financing without recourse.

Total pembiayaan alat berat Astra melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance meningkat 42% menjadi Rp 2,2 triliun, seiring dengan peningkatan jumlah unit yang dibiayai. Bisnis pembiayaan alat berat tidak menggunakan fasilitas joint financing. Surya Artha Nusantara Finance adalah perusahaan pembiayaan dengan berbagai macam merek alat berat, sedangkan Komatsu Astra Finance fokus kepada alat berat Komatsu. Toyota Astra Financial Services dan Komatsu Astra Finance adalah Perusahaan patungan.

PT Asuransi Astra Buana (“AAB”), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, membukukan laba yang sedikit lebih rendah, karena menurunnya pendapatan retail underwriting.

PT Bank Permata Tbk dimana 44,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 331 miliar, meningkat sebesar 3% didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee based income, namun tertekan oleh kenaikan biaya operasional.


Divisi Alat Berat dan Pertambangan
Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 18% menjadi Rp 928 miliar.

PT United Tractors Tbk (“UT”), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,5 triliun, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan alat berat Komatsu mencapai 2.207 unit setara dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan unit mengalami penurunan akibat dampak negatif curah hujan yang tinggi dan meningkatnya kompetisi, meskipun total nilai penjualan meningkat sebesar 11%, karena perbedaan ragam produk yang dijual.

PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”), yang merupakan anak usaha UT di bidang kontraktor penambangan batu bara, mencatat peningkatan produksi batubara 9% menjadi 21 juta ton dan peningkatan pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) 17% menjadi 196 juta bcm seiring penambahan kapasitas penambangan selama periode berjalan. UT menjual 1,5 juta ton batu bara yang dihasilkan dari tambang milik sendiri di kuartal pertama tahun 2012, dibandingkan 1 juta ton di kuartal pertama tahun sebelumnya.


Divisi Agribisnis
Kontribusi laba bersih Divisi Agribisnis sebesar Rp 301 miliar, turun 42%.

PT Astra Agro Lestari Tbk (“AAL”), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Astra, mencatat laba bersih Rp 378 miliar dikarenakan adanya penurunan harga rata-rata CPO sebesar 7%, meskipun produksi minyak sawit mengalami peningkatan 5% menjadi 289 ribu ton, dan adanya kenaikan biaya produksi dan biaya operasional.


Divisi Infastruktur dan Logistik
Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik turun sebesar 30% menjadi Rp 154 miliar, karena adanya pendapatan dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan pada kuartal pertama tahun 2011.

PT Marga mandala Sakti (“MMS”), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Astra, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 14% menjadi 9 juta kendaraaan.

PT PAM Lyonnaise Jaya (“PALYJA”), perusahaan penyedia air bersih di wilayah Jakarta Barat, pada kuartal pertama tahun 2012 berhasil meningkatkan penjualan air bersih sebesar 5% menjadi 39 juta m3.

PT Serasi Autoraya (“SERA”), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Perseroan, mencatat kenaikan jumlah kontrak sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC sebesar 26% pada kuartal pertama tahun 2012 dibandingkan kuartal pertama tahun 2011.


Divisi Teknologi Informasi
Kontribusi laba bersih dari Divisi Teknologi Informasi meningkat 53% menjadi Rp 26 miliar.

PT Astra Graphia Tbk (“AG”), sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan agen tunggal Fuji Xerox di Indonesia, yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, membukukan laba bersih sebesar Rp 34 miliar, naik 53% dibandingkan periode yang sama tahun 2011.




 

 

 

 

ACC Terima Penghargaan Top Brand Award 2012

TESTIMONIAL
  • muhajirin a.n
    awalnya saya berpikir tidak akandi approve karna saya berada di luar area kota makassar tepat di Kab. Mamuju Utara - sulawesi barat, namun ke profesi...
  • Rosdiana Chaniago
    Luar Biasa.... 3 hari sejak pengajuan... kendaraan langsung bawa pulang... thanks ACC Kwitang...